YOGYAKARTA, Suarakpk.com. -Diduga kurangnya pengawasan pihak terkait pada waktu pelaksanaan, sehingga kualitas proyek pembangunan Puskesmas Gedong Tengen yang dikerjakan oleh PT. RAWATAMA BANGUN NUSANTARA dengan Nomer Kontrak 027/4938 tanggal 7 Juli 2021 senilai Rp. 2.297.389.672,84 dalam waktu pelaksanaan 150 hari kalender, sudah terlihat banyak yang rusak dan pecah.
Pantauan media suarakpk di lapangan, pada Sabtu (26/3/2022), ada beberapa kerusakan bangunan, seperti pada sambungan antara gedung baru dan lama di sebelah belakang terlihat sudah retak, atap diatas ruang tunggu bocor, plafon lantai dua banyak yang kena air, kondisi Cat dinding juga terlihat sudah pudar warnanya dan mengelupas padahal proyek baru 3 bulan di serahkan ke Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.
Saat media suarakpk dilapangan tidak bisa menemui pihak pemborong PT RAWATAMA BANGUN NUSANTARA , tapi memang terlihat bangunan kondisinya sudah banyak yang rusak, dilapangan hanya tampak aktivitas pekerja proyek mengerjakan perbaikan tanpa ada pengawasan dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.
Salah seorang pekerja mengatakan bahwa ini baru dikerjakan pada bagian yang rusak, tapi kalau dinding sambungan retak cuma di tambal pakai acian semen kemungkinan beberapa bulan akan rusak lagi, sedangkan untuk plafond gipsum kalau kebocoran atap tidak ditambal rapat ya percuma pasti akan jebol lagi," ini hanya mengerjakan bagian yang rusak, kalau plafon tidak ditambal rapat pasti akan jebol lagi," terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani, saat dikonfirmasi lewat WhatsApp" kenapa waktu penyerahan pertama PHO untuk hasil pekerjaan apakah dari pengawas atau dinas tidak mengecek, sehingga baru kurang lebih 3 bulan bangunan sudah rusak???", cuma menjawab proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan , Nanti kita cek dulu ya karena pekerjaan itu masih dalam masa pemeliharaan pihak ke tiga", ucapnya. (Gunawan/red)).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar